Minggu, 21 Januari 2018

Fusha VS Amiya

Seperti biasa, tiap sabtu pukul 16.30 saya tutoring bahasa Arab di Faba Bekasi. Rencananya sih, saya mau memperkenalkan kosakata mengenai anggota tubuh dalam bahasa Arab. Apa boleh buat 'rakyat' saya tak kunjung datang. Jadilah beberapa tutor yang sedang nganggur menjadi audience saya secara sukarela. Mendadak saya gugup karena audience semuanya laki-laki. Insting jomblo saya malah girang. Sok dipilih mau cowok Betawi, blasteran Arab-Pakistan-Minang, atau Cirebon!

Husy, saya usir pikiran ngaco ini. Bukan saatnya mikirin hal ini. Yang penting sekarang clubbing dulu lah alias tutoring di club bahasa Arab. Mereka meninta saya menjelaskan perbedaan Fusha dan Amiyah. Jadi Fusha itu adalah bahasa arab baku. Mencakup bahasa Arab Al-Qur'an dan bahasa arab yang ada di buku, koran, dan bacaan anak-anak. Sementara amiyah adalah bahasa sehari-hari atau non-formal.

Setiap negara Arab punya amiyah-nya masing masing. Kalau bisa dipetakan, ada amiyah khaliji (teluk), Syami, Mesir, dan Maghribi (Maroko). Amiyah Khaliji mencakup Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yaman, Bahrain dan Oman. Amiyah Syami mencakup wilayah Lebanon, Suriah, Palestina, dan Yordania. Bahasa Arab di daerah Syam dipengaruhi oleh dialek Aram. Amiyah Mesir terpengaruh oleh bahasa Koptik. Dan Amiyah Maghribi terpengaruh oleh bahasa Berber. Saya belum bisa memastikan kalau amiyahnya Al-jazair dan Tunis juga beda. Untuk sementara itu dulu yang bisa saya jelaskan.

White board saya bagi tiga. Bagian Fusha, Amiyah Syami, dan Amiyah Mesir. Pertama adalah pertanyaan soal kabar. Fusha : كَيفَ حَالُكَ؟ (kaifa haaluka)
Syami : كَيفَك ؟ (keifak)
Mesir : إِزَيَك؟  (ezayyak)

Jawabannya "kabar baik"
Fusha : بِخَيرٍ ( bikhair)
Syami : تَمَامٌ, مَنِيح. (Tamaam/Minnih)
Mesir : كُوَيس (kuwais)

Selanjutnya "apa".
Fusha : مَاذَا ؟ (maa dzaa)
Syami : شُو, إِيش؟ ( shu/esh)
Mesir : إِيه (eh)

Kenapa
Fusha : لِمَاذَا\لِمَا ؟ (limaa dzaa/limaa)
Syami : لِيش؟ (lesy)
Mesir : لِيه (leh)

Bagaimana
Fusha : كَيفَ؟  (kaifa)
Syami : كِيف؟ (keif)
Mesir : إِزَي؟ (ezzay)

Dimana
Fusha : أَينَ  ؟ (aina)
Syami : وَينَ؟ (wein)
Mesir : فَين (fein)

Kapan
Fusha : مَتَى ؟ (mataa)
Syami : إِمتَى (emtaa)
Mesir : إِمتَى (emtaa)

Sesuatu
Fusha : شَيئٌ (syai'un)
Syami : إِشِى (ishi)
Mesir : حَاجَةٌ (haga)

Ini
Fusha : هَذَا. (Haadzaa)
Syami : هَيدَا (hayda)
Mesir : ده (dah)

Ada apa ?
Fusha : مَاذَا حَدَثَ ؟ (maadzaa hadatsa)
Syami : شُو فِي ؟ (Shu fii)
Mesir : فِى حَاجَة (Fii haga)

To be continued....

Source : Mosalsalat (Drama Arab)
                Lang Focus (youtube)
                Acara-acara AJ+
                Film-Film Mesir
                Film-Film Palestina

#ODOP #ODOPBatch5

10 komentar:

  1. Wah ilmu baru nih hehe.. Makasih mbak..

    BalasHapus
  2. Wah...
    Makasih kak ilmunya.
    Jadi inget waktu ikut kelas bahasa arab, aku gak serius banget. T_T

    BalasHapus
  3. Makasih ya Ananda dan Na yang udah mampir. Hehehe saya tau kok perasaanmu dan perasaan guru yang mengajarimu. Sebagai guru b.arab udah biasa ngadepin murid ya ga serius. Hehehehe...ga ada kata telat utk belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiii... maaf cekgu.
      Iya kak, kalau gitu siap buat ngajarin aku ya #eh

      Hapus
    2. Hiii... maaf cekgu.
      Iya kak, kalau gitu siap buat ngajarin aku ya #eh

      Hapus
  4. Wow 😍 masya Allah... barakallahu fiik... trs jd penasaran, kalo bahasa arab percakapan pake makharijul huruf nggak ya? 😅

    BalasHapus
  5. Allahu yubariku fiik. Ada kalanya tidak sesuai makhraj huruf. Qaf bisa dibaca 'g' kadang juga tidak dibaca. Huruf 'jim' kadang dibaca 'g'. Zha gendut kadang di ganti dengan tha gendut. Rada kompleks juga sih. Mungkin bisa dibahas di postingan berikutnya

    BalasHapus
  6. Saya sangat suka belajar bahasa asing tapi belum pernah bahasa arab. Semoga kelak bsa pintar bahasa arab.

    BalasHapus
  7. Udah belajar bahasa apa saya,Rusdi?

    BalasHapus
  8. iya, ini ilmu baru.. seneng bgt. boleh lah belajar gratis di sini, ya Mbak? :)

    BalasHapus