Hari-hari saya selalu ditemani dengan video-video acara Salith Ikhbary. Karenanya rutinitas terasa tidak terlalu menonton. Selalu saja sang presenter, Nikolas Khoury, memancing tawa. Sebenarnya acara Salith bukan sekedar komedi belaka, tapi kabar-kabar politik timur tengah dan dunia yang dikemas dengan komedi satire. Pokoknya tidak jauh-jauh dari mengkritik Abdul Fattah Al-Sisi (presiden Mesir), Mahmoud Abbas (Presiden Palestina), Kim Jong Un, sampai Donald Trump. Di segmen akhir, Nikolas memperlihatkan 'video minggu ini' yang biasanya akan dia sindir atau kritisi habis-habisan. Tentu dengan dukungan kawan-kawannya seperti Ahmad Khalidi, Greg, dan lainnya.
Tunggu...jangan pikir kalau Nikolas ini orang barat atau keturunan barat. Meskipun nama dan penampilannya sangat Eropa, sebenarnya dia orang Palestina tulen. Nikolas sudah bosan dikira orang Jerman atau Turki. Ketika orang mengucapkan "hello", dia menjawab "waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh".
Sudah kebiasaan saya kalau stalking sampai ke akar-akarnya. Sumber paling valid adalah LinkedIn. Keren ya ketika orang yang dikagumi punya akun LinkedIn. Terasa lebih profesional saja.
Nama aslinya adalah Nikola Khoury. Nama panggungnya Nikolas Khoury ketika tampil sebagai komedian, dan Psycholas ketika tampil sebagai Rapper. Kakek-neneknya orang Jaffa asli yang pindah ke Yordania. Jadi Jaffa itu adalah daerah Palestina yang sudah dicaplok Israel. Makanya, sampai sekarang dia sangat membenci Israel. Terbukti dari caranya mengkritik Benyamin Netanyahu atau caranya bereaksi tentang konflik Palestina-Israel.
Pria berumur 31 tahun ini sangat menyukai action figur tokoh mengerikan. Contohnya : Joker, Chucky, dan Annabelle. Selain itu dia juga hobi nge-gym agar tubuhnya lebih berisi dan berotot. Tidak lupa memanjangkan jenggot agar lebih macho. Ya, walaupun tampilannya sudah seperti foto model, tingkahnya masih saja konyol. Komedian!
Menurut akun LinkedIn-nya, Nikolas berkecimpung di dunia komedi sejak tahun 2011. Acara pertamanya yaitu 'Kharabesh'. Bukan hanya komedian,ia juga memegang posisi script writer. Format acara kharabesh kadang berisi sketsa komedi, kadang stand-up comedy. Dari sinilah kemampuan Nikolas untuk berkomedi terasah. Ia makin terbiasa
Berbicara di depan publik ketika Kharabesh mengadakan show di Yordania dan Palestina.
Selanjutnya pengalaman Nikolas lebih condong di bidang kepenulisan. Selama 3 tahun di 3 perusahaan berbeda, ia bekerja sebagai penulis konten website dan pengatur konten. Padahal dia tidak mengambil studi sastra, melainkan Mecathronic Engineering. Di LinkedIn ia menuliskan 'memulai studi Metachronic Engineering di Hashemite University hanya untuk membuktikan bahwa otak kreatifnya tidak peduli dengan hal rumit begituan'. Setelah 2 tahun menjalani masa kuliah, anak bandel ini langsung cabut demi terjun di dunia komedi dan kepenulisan. Nggak kebayang bagaimana murka orang tuanya. Udah capek-capek menyekolahkan sampai Perguruan Tinggi malah dihempaskan begitu saja.
Tapi seandainya Nikolas nggak drop-out dari kampus, pasti nggak ada dirinya yang sekarang berdiri di mimbar Salith Ikhbary AJ+ (Al-Jazeera Plus).
Dari profil dan tingkah konyol Nikolas, saya belajar kalau passion memang nggak bisa bohong. Kalau seseorang punya kemauan yang kuat untuk meraih yang diinginkan, halang rintang apa pun tak bisa menghentikan langkahnya. Salutlah buat Nikola!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar