Setiap saya melihat anak kelas 12, baik itu ipa, ips, bahasa, wajah mereka selalu kuyu. Kemana semangat mereka? Mungkinkah berbagai TO dan simulasi UNBK membuat mereka frustasi. Yach, memang banyak yang harus mereka pikirkan. Mulai dari UN, SMBPTN, dan la la la lainnya. Otaknya mulai mengembalikan memori 10 tahun silam kala hampir gila akibat ujian bertubi-tubi. Mungkin rasa itu juga yang mereka rasakan. Saya mulai berpikir bagaimana caranya agar mereka tak frustasi ketika saya jejali materi bahasa arab yang baru? Belum lagi saya harus mengadakan ujian praktek.
Akhirnya saya menemukan ide. Untuk ujian praktek saya buat berkelompok berisi 4-5 orang. Mereka harus mempraktekkan kemampuan muhadatsah (percakapan) mereka dengan format TV show. Ada host, co-host, aktris, dan intrepreter. Jadi, setidaknya saya bisa melihat kemampuan mereka menerjemahkan bahasa arab dan melafalkannya dengan benar. Tak tik ini juga sangat praktis karena bahan yang diujikan berasal dari bab-bab yang harus mereka pelajari di semester 2. Mereka bisa belajar, ujian, sekaligus 'gila-gilaan' secara legal, kan? Ah, that's what i like!
Untuk pelajaran Nahwu Sharaf, saya ajarkan mereka tashrif (konjugasi bahasa arab) secara rinci. Mau tashrif istilahi atau lughawi. Karena bab ini memerlukan hafalan, maka saya lagukan saja semua tashrifnya. Dari sini saya terpacu untuk menggali nada-nada yang cocok. Ada nada rap dan hip hop ciptaan sendiri, tak jarang juga meminjam nada lagu yang sudah ada : That's What I Like milik Bruno Mars dan BYOB -nya System Of The Down (seriously?). Nggak...nggak mungkin saya growling dan screaming depan kelas. Saya hanya mengambil part slow-nya saja yang lebih nge-pop. Penggemar System pasti tahulah di bagian mana. Kalau disenandungkan dengan sendu jadi mirip lagu Raisa.
Reaksi anak-anak? sangat meriah! Tidak ada satu pun yang tidur. Amazing, kan? Apalagi ketika saya membaca tashrif dengan teknik rap dan hip hop. Luar biasa antusiasnya mereka. Dasar anak muda demenannya begitu. Saya maklum karena ketika muda pun saya seperti mereka. Suka sesuatu yang kelihatan keren.
Bahagia rasanya melihat ekspresi bahagia mereka. Tidak tahu deh, apakah saya bisa sebahagia ini juga giliran koreksi kertas ujian mereka? No one knows what tomorrow bring.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar