Hari ini saya bekerja dari rumah. Ada beberapa tugas sekolah yang mesti saya koreksi : soal bahasa Arab untuk simulasi UNBK ( Ujian Nasional Berbasis Komputer). Sedang sibuk begitu saya sempat-sempatnya nonton. Tercetus saja keinginan untuk nonton "Khawatir" yang digawangi oleh Ahmad Al-Shugairi. Teman-teman mungkin tertarik oleh isu-isu yang dibahas Shugairi dalam kacamata islam. Disini dia tidak akan ceramah panjang lebar, melainkan jalan-jalan ke berbagai tempat.
Edisi 'Khawatir' : Fast Diet sangat menarik untuk disimak. Shugairi mewawancarai seorang dokter Britania mengenai kebiasaan puasa turun-temurun. Dahulu, Kakek si Dokter ini punya penyakit berat. Saya tidak yakin apa itu jantung atau darah tinggi. Karena penyakitnya itu, seorang dokter menyuruhnya berpuasa untuk menurunkan kadar kolesterolnya. 5 hari makan makanan bergizi, kemudian berpuasa selama 2 hari. Hal ini juga dipraktekan oleh ayah Si Dokter. Hingga kini pun , ia melakukan kebiasaan pendahulunya. Menurut Si Dokter puasa membuat dampak yang sangat baik untuk kesehatan. Puasa selama 2 hari membersihkan dan membersihkan organ-organ dalamnya yang sudah 5 hari bekerja. Ia merasa bugar dan lebih bersemangat. Kini, ia menelurkan buku buatannya sendiri berjudul 'Fast Diet'. Terapi diet dengan berpuasa.
Seketika Shugairi memuji Allah, menunjukkan kekagumannya pada hikmah puasa. Orang barat saja mengakui puasa itu sangat menyehatkan. Orang bisa diet dengan terapi puasa. Tapi kenapa kaum muslimin naik berat badannya ketika bulan ramadhan? Ngerasa banget, kan?
"Khasiat puasa baru terasa kalau kita melakukannya dengan tepat," ujar Si Dokter.
Lalu Shugairi bertanya,
"Bagaimana caranya kita tahu kalau kita berpuasa dengan benar?"
" Jika kamu merasa sangat sehat dan bertenaga, berarti kamu melakukannya dengan benar." .
"Bohong jika kamu merasa malas dan mengantuk gara-gara berpuasa. Kantuk cuma akibat kebiasaan tidurmu berubah. Malas, karena ,biasa jadi, kamu mengkonsumsi makanan terlalu banyak saat sahur dan berbuka". Dokter menyunggingkan senyum sebagai penutup kalimatnya.
Makjleb. You are right,Doc! Huaaah it's a shame ketika orang non-muslim lebih paham puasa ketimbang muslim itu sendiri.
Lalu video bertransisi ke pemandangan berbuka puasa di masjid Nabawi. Semua orang berjejer menyantap satu kotak kecil susu dan 3 buah kurma. Ternyata begitulah berbuka yang benar. Nggak usah brutal minum cendol sebaskom atau gorengan 10 biji.
Huh, kok jadi kangen Ramadhan, ya?
Setelah penjelasan panjang lebar tentang do's and don'ts puasa, Shugairi menutup acara dengan menyitir hadits Nabi tentang porsi makan yang tepat. Sepertiga untuk air, sepertiga untuk makanan, dan sepertiga untuk udara.
Sudah berkali-kali saya mendengar hadits itu, entah kenapa masih belum mengamalkannya. Sedih!
Tontonannya keren yah. Oh iya, acaranya di channel arab mbak?
BalasHapusUntung saya gak minum es. ^_^
Sangat rindu ramadhan.
Iya mbak itu acara arab tapi saya nonton via youtube.hehehe. ada kok yg sub nya b.inggris
BalasHapusHmmm... tinggal cari aja namanya di youtube ya?
HapusNtar dicari deh, makasih mbak ^_^